Lebih lanjut, Ivan mendorong para atlet dan pelatih untuk tetap melanjutkan pembayaran iuran secara mandiri setiap bulan, agar perlindungan jaminan sosial tetap aktif meskipun di luar ajang kejuaraan. Dengan begitu, manfaat program BPJS Ketenagakerjaan dapat melindungi kapan saja dan di mana saja.
Selain itu, ia merekomendasikan atlet untuk memanfaatkan program Jaminan Hari Tua (JHT) dengan tambahan iuran Rp20 ribu per bulan. Program ini memungkinkan peserta menabung dengan hasil pengembangan lebih tinggi dibandingkan bunga deposito bank, serta dapat dicairkan ketika pensiun dari dunia atlet.
“Program JHT memberi fleksibilitas bagi atlet untuk menabung jangka panjang. Saldo dan hasil pengembangannya bisa menjadi bekal finansial setelah pensiun. Untuk kemudahan, peserta juga bisa membayar iuran sekaligus untuk enam bulan atau satu tahun,” jelas Ivan.
Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial di kalangan atlet, sekaligus menjadikan olahraga sebagai pintu masuk strategis untuk memperluas kepesertaan. (msb/dani)
