“Kita punya itu dan ada sertifikatnya (Federasi MMA Internasional). Selama ini kita sudah mengadakan even-even nasional seperti Kejuaraan Nasional MMA di Solo, Sumatera dan Jakarta,” ujar Maurice.
Namun kenyataannya, dalam Sea Games 2025 di BangkokThailand pada Desember mendatang, FBAI tidak dilibatkan.
“Pertama kali MMA di Indonesia, itu FBAI yang membentuk. Kita daftar ke KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat, kita ditolak. Yang diterima justru wadah yang tidak mempunyai legalitas internasional,” tegasnya.
“Ketika mau berangkat nanti Sea Games, yang mempersiapkan justru wadah bukan dibawah KONI. Tiba-tiba nongol nama yang baru-baru ini mengadakan kejuaran di Banten. Kita jadi bingung sebagai pendirinya,” tambah Maurice.
Tidak hanya wadah MMA yang dipusingkan, namun para atletnya juga.
“Karena banyaknya organisasi-organisasi olahraga yang dualisme, kita malah tigalisme. Jadi ini PR (Pekerjaan Rumah) menteri olahraga yang akan datang,” tegasnya.
“Tujuannya agar ke depan atlet-atlet MMA bisa fokus berlatih dan berprestasi untuk Indonesia,” pungkas Maurice.
