Belum ada komentar langsung dari pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman, yang telah berulang kali menembakkan proyektil ke Israel sebagai protes atas perang di Gaza.
Pada awal Mei, sebuah rudal balistik yang ditembakkan oleh Houthi menembus pertahanan udara Israel dan menghantam Bandara Internasional Ben Gurion di dekat Tel Aviv, menghentikan penerbangan selama sekitar 30 menit. Rudal pencegat jarak jauh Arrow milik Israel gagal menghentikan proyektil Houthi sebelum menghantamnya. Ini menandai pertama kalinya Houthi berhasil menyerang target yang pertahanannya begitu ketat.
Israel dan Houthi telah terlibat dalam konflik jarak jauh yang semakin meningkat sejak kelompok pemberontak yang didukung Iran itu mulai menyerang Israel dalam apa yang disebut para pemimpin kelompok itu sebagai solidaritas dengan warga Palestina di Gaza. Houthi juga telah menargetkan pelayaran di Laut Merah dan Teluk Aden, beberapa jalur perairan paling penting di dunia.
Setelah Houthi menembakkan rudal balistik yang dipersenjatai dengan hulu ledak klaster jenis baru pada akhir Agustus, Israel melancarkan serangan yang menewaskan perdana menteri dan pejabat senior kelompok tersebut. Seorang pejabat keamanan Israel mengatakan serangan yang dilakukan di ibu kota Yaman, Sana’a, menewaskan “mayoritas pemimpin,” termasuk menteri luar negeri, menteri urusan keamanan, dan lainnya. (ahmad)
