IPOL.ID – Pemerintah Iran menaksir kerugian akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel mencapai sedikitnya USD270 miliar atau setara dengan Rp4,6 kuadriliun.
Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani, menegaskan bahwa nilai kerugian tersebut masih kalkulasi awal. Terkait hal ini, Teheran telah memasukkan ganti rugi perang sebagai salah satu poin dalam agenda tim negosiasi Iran, termasuk dalam pembicaraan yang baru-baru ini berlangsung di Islamabad, Pakistan.
“Salah satu isu yang sedang dikejar oleh tim negosiasi kami, dan juga dibahas dalam pembicaraan di Islamabad, adalah isu ganti rugi perang,” kata Mohajerani dilansir Anadolu, Selasa (14/4).
Namun Mohajerani menambahkan angka USD270 miliar tersebut belum final. “Kerusakan biasanya harus dievaluasi dalam beberapa lapisan,” ucapnya.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah ini memuncak menyusul serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 lalu. Serangan tersebut dilaporkan mengakibatkan ribuan korban jiwa dan luka-luka.
