IPOL.ID – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Ini setelah Iran menutup Selat Hormuz mulai Minggu (12/7) hingga waktu yang belum ditentukan setelah pasukannya melepaskan tembakan ke sebuah kapal yang dituding melintasi jalur pelayaran tanpa izin.
Langkah tersebut langsung memicu respons militer dari Amerika Serikat. Washington melancarkan serangan balasan yang disebut sebagai upaya melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal-kapal sipil di kawasan Teluk.
Penutupan Selat Hormuz menjadi eskalasi terbaru dalam sengketa yang selama ini menghambat tercapainya kesepakatan akhir antara kedua negara.
Iran bersikeras ingin mengendalikan seluruh lalu lintas pelayaran di jalur strategis tersebut, sementara Amerika Serikat menuntut kebebasan navigasi internasional.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan pihaknya menghentikan sebuah kapal setelah berulang kali mengabaikan instruksi untuk melintas melalui koridor pelayaran yang telah ditetapkan.
Menurut pernyataan yang dikutip kantor berita resmi IRNA, insiden itu menjadi alasan Iran menutup Selat Hormuz hingga “intervensi Amerika Serikat di kawasan berakhir.”

