“Setelah insiden ini, Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan tidak ada kapal yang diizinkan melintas,” demikian pernyataan Garda Revolusi Iran, dilansir CNA.
Iran menyebut tembakan yang dilepaskan hanya berupa “tembakan peringatan”. Namun, militer Amerika Serikat memberikan versi berbeda.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan Iran telah menyerang secara langsung sebuah kapal kontainer berbendera Siprus yang tengah berlayar di Selat Hormuz.
Serangan itu menyebabkan satu awak kapal dilaporkan hilang. Kapal juga mengalami kebakaran dan kerusakan pada ruang mesin sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran.
Sebagai balasan, CENTCOM mengatakan pasukan AS kembali melancarkan operasi militer untuk mengurangi kemampuan Iran melakukan serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Operasi tersebut dimulai pada Sabtu malam waktu Washington dan merupakan gelombang serangan ketiga yang dilakukan Amerika Serikat dalam sepekan terakhir atas perintah Presiden Donald Trump.

