“Iran membuat pilihan yang buruk. Sekarang mereka harus menanggung akibatnya,” kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global dikirim melalui perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.
Penutupan jalur itu berpotensi mengganggu pasokan energi dunia sekaligus memicu kenaikan harga minyak di pasar internasional.
Perselisihan mengenai status Selat Hormuz juga menjadi salah satu hambatan utama dalam negosiasi damai pascaperang antara Iran dan AS. Selama konflik berlangsung, Iran sempat menutup jalur tersebut untuk pelayaran komersial.
Teheran kini tetap bersikeras mengatur seluruh lalu lintas kapal, bahkan berencana menerapkan biaya bagi kapal yang melintas.
Sebaliknya, Washington menolak kebijakan itu dengan alasan jalur internasional harus tetap terbuka bagi seluruh kapal.
Dalam hukum internasional, negara pada umumnya tidak diperbolehkan mengenakan tarif terhadap kapal yang melintasi selat yang digunakan sebagai jalur pelayaran internasional. (far)

