“Penelitian yang saya mulai sejak 2022 di Seoul National University memberi wawasan baru tentang pola konektivitas otak. Hal ini dapat menjadi dasar intervensi medis maupun kebijakan pendidikan yang lebih efektif,” ungkap Rezzy.
Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN, Esa Prakasa, mengapresiasi capaian ini. “Prestasi Rezzy diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi periset BRIN serta memperkuat jaringan riset global dan ekosistem riset nasional,” imbuhnya.
Konsistensi Rezzy masuk dalam daftar Top 2% Ilmuwan Dunia sejak 2022 membuktikan kiprah ilmuwan Indonesia di kancah global serta menegaskan peran riset dan inovasi nasional dalam menjawab tantangan dunia. (ahmad)

