Sejumlah daerah di Asia, Australia, Afrika, dan Eropa menyaksikan GBT ini. Hanya Indonesia dan negara-negara di Asia tenggara dan timur yang dapat menyasikan secara penuh rangkaian GBT. Lainnya hanya menyaksikan GBT saat proses awal atau proses akhir. Sementara benua Amerika tidak dapat mengamatinya karena di benua Amerika saat itu siang hari.
Dengan keindahan visual sekaligus kekayaan ilmiah yang dimilikinya, GBT 2025 adalah ajakan bagi masyarakat untuk melihat langit bukan sekadar untuk dilihat, tapi juga untuk dipahami. (ahmad)
