Ia menyebut keberadaan Program JKN membuatnya berani berobat ke Puskesmas. Dari sana, ia mendapat rujukan ke rumah sakit dan ditangani oleh dokter spesialis jantung. Ia menjelaskan bahwa penyakit jantung membutuhkan pengobatan jangka panjang dengan berbagai pemeriksaan rutin.
“Mulai dari laboratorium, rekam jantung, hingga tindakan medis tertentu yang biayanya tidak sedikit. Dalam kondisi saya ini, Program JKN menjadi penopang penting agar tetap bisa fokus ke pemulihan tanpa beban biaya yang besar,” ujar Sri.
Sri menceritakan, setiap kali ia kontrol pasti ada pemeriksaan yang jika membayar sendiri pasti biayanya cukup berat. Dengan menggunakan Program JKN, ia bisa lebih tenang dan tidak menunda pengobatan.
Selain meringankan biaya, Sri juga merasakan pelayanan yang diberikan semakin baik dengan adanya sistem rujukan yang jelas. Menurutnya, hal ini memudahkan pasien untuk langsung mendapatkan akses ke dokter spesialis sesuai kebutuhan.
“Sebagai penderita penyakit jantung tentunya saya harus menjalani pola hidup sehat dan disiplin mengikuti arahan dokter. Saya rutin mengonsumsi obat yang diresepkan, melakukan pemeriksaan berkala, serta menjaga pola makan agar kondisi saya tetap stabil. Keberadaan JKN membuat saya lebih bersemangat dan tidak lagi menunda kontrol kesehatan. Karena kalau dulu itu saya menunda periksa karena takut memikirkan biaya, tapi sekarang saya bisa lebih konsisten untuk menjaga kesehatan,” ungkap Sri.

