Sementara itu, ia juga meninjau Kompleks Makam Ki Ageng Pandanaran yang merupakan tokoh spritual dan wali pada abad ke-15 di tanah Jawa. Tidak hanya itu, ia juga merupakan seorang bupati Semarang yang pertama.
“Kompleks ini adalah bagian dari sejarah panjang spiritualitas Jawa. Penting untuk dirawat tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara kultural melalui kegiatan-kegiatan kebudayaan masyarakat setempat,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, tokoh agama, dan pihak desa yang telah aktif merawat dan menghidupkan situs kebudayaan.
Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan Kemenbud dapat terus diperkuat dalam menjaga warisan budaya. (tim)
