Namun Soli mengakui adanya kelalaian panitia yang tidak mencopot backdrop pengajian. Hal inilah yang kemudian menimbulkan salah paham di masyarakat.
“Kami memang khilaf tidak melepas backdrop pengajian. Akhirnya kesannya seperti tarian itu masih bagian dari acara Maulid Nabi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan warga mengusulkan pagelaran seni dolalak lantaran ingin memanfaatkan panggung dan sound system yang sudah terpasang sejak acara pagi.
“Karena panggung sudah ada, sound system juga ada, akhirnya warga ingin memanfaatkannya untuk hiburan malam. Sayangnya kami lalai soal backdrop itu,” tambahnya.
Video ini kini menuai beragam komentar publik. Sebagian menilai panitia kurang bijak, sementara yang lain memahami bahwa tarian dan pengajian sebenarnya dilakukan di waktu berbeda.(Vinolla)
