Namun saat jeda istirahat sebelum
akan dimulainya game ke 8 set kedua, Yanki Efel yang juga finalis seri keempat M-25 Bali Agustus lalu, meminta pertolongan medis akibat merasakan ada masalah di paha kaki kirinya.
Setelah ditangani tim dokter dan di awasi langsung oleh referee serta berkonsultasi dengan tim pelatihnya, Yanki Erel akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan, sehingga harus merelakan gelar juara tunggal putra seri ke VI M-25 menjadi milik Max Basing dari Inggris.
Menanggapi atas kemenangannya tersebut Max Basing mengaku sangat puas dan gembira atas hasil sempurna yang ditorehkan pada Amman Men’s World Tennis Championship Seri VI M-25. ” Tapi saya menyayangkan pertarungannya harus terhenti akibat lawannya mengalami cidera,” ujarnya.
Momen kemenangan juara tunggal hari ini yang diraih oleh pemain asal Inggris yang berusia 22 dan berperingkat 580 dunia ini kian lengkap, setelah sehari sebelumnya atau Sabtu sore kemarin Max Basing juga keluar sebagai juara ganda putra bersama Koki Matsuda, usai menghentikan pasangan tuan rumah Lucky Kurniawan/Tegar Abdi satrio Wibowo.
