Susyana juga mengakui program pelatnas wushu berjenjang dan berkesinambungan memang sempat terhenti terkait adanya efisiensi anggaran yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
‘Sejak tahun 2024, pelatnas sempat terhenti terkait adanya efisiensi anggaran tersebut dan hanya bisa dilaksanakan dua bulan saja. Lalu, pelatnas SEA Games Thailand 2025 pun yang semula direncanakan Januari 2025 baru bisa terlaksana Mei 2025. Akibatnya, rencana Training Camp (TC) di China yang semula dijadwalkan Juni menjadi Oktober 2025.
Sebelumnya, Ngatino juga menyebutkan, persoalan pelatnas ini akan menjadi pekerjaan rumah (PR) PB WI dan tentunya juga pemerintah dalam hal ini Kemenpora dengan adanya Undang Undang dan PP harus fokus pada prestasi-prestasi olahraga untuk dibina secara berkelanjutan.
“Jangan dibina hanya saat demi saat tetapi harus berkesinambungan karena negara-negara lain juga begitu. Kalau kita tidak mempersiapkan terus menerus kita akan selalu ketinggalan. Kita kan paham kalau pelatnas terputus-putus, itu bisa berdampak terhadap penurunan prestasi,” tegasnya. (bam)
