Dalam orientasi tahap pertama, peserta diperkenalkan pada peran, tanggung jawab, sistem pembelajaran, serta etika profesi. Selanjutnya, orientasi dilanjutkan di masing-masing rumah sakit untuk memahami pola kerja dan budaya kerja yang berlaku.
Azhar memastikan setiap peserta terikat komitmen formal.
“Bapak Ibu semua adalah sebagai peserta didik yang bekerja. Oleh sebab itu nanti sebelum masuk akan ada penandatanganan komitmen dan indikator kinerja,” katanya.
Program ini diharapkan dapat memperbaiki distribusi dokter spesialis di seluruh Indonesia. Dengan pola rekrutmen berbasis kebutuhan daerah, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi rumah sakit daerah yang kesulitan tenaga ahli.
“Saya sudah berbicara dengan bapak ibu di sini, semuanya akan kembali ke daerahnya masing-masing ketika menyelesaikan pendidikan,” ujar Azhar. (ahmad)
