Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menuturkan bahwa hingga malam, empat orang santri berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke RSUD Notopuro, RS Siti Hajar, dan RS Delta Surya Sidoarjo. Namun, kondisi mereka masih belum dapat dipastikan. “Tadi yang terevakuasi sekitar 4 orang, tetapi kondisinya belum bisa dipastikan,” kata Nanang.
Ia menambahkan, suara jeritan dan tangisan santri masih terdengar dari dalam reruntuhan, sehingga penggunaan alat berat yang menimbulkan getaran besar dihindari. “Kita harus berhati-hati, bangunan masih miring dan bisa runtuh kembali,” tegasnya.
Untuk mendukung operasi, lebih dari 30 ambulans dan dua unit ekskavator disiagakan di lokasi. Ribuan warga serta wali santri tampak menunggu dengan cemas di halaman pondok pesantren, berharap kabar baik dari anggota keluarga mereka.
Wahid, salah satu santri yang selamat, menceritakan detik-detik musala ambruk. “Masuk rakaat kedua, bagian ujung musala tiba-tiba ambruk, lalu merembet ke bagian lain gedung,” ungkapnya. Ia memperkirakan ada lebih dari seratus orang yang berada di dalam saat kejadian.
