“Sebagai percontohan kami akan jadikan lingkungan Urban Farming Geber Tabur RW 012 Cipinang Melayu ini sebagai lokasi chef cooking, jadi masyarakat bisa ambil sayur sendiri, ikan sendiri dan masak sendiri. Jadi hasilnya bisa dikembangkan dalam keberlanjutan pemeliharaan urban farming. Di sinilah ketahan pangan berjalan dan ekonomi terus tumbuh,” jelas Wali Kota.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua III Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Ati Rahmawati. Dirinya mengapresiasi langkah Kota Jakarta Timur dari Program UTI TAMELA ini.
“Kita nilai disini cukup komplit dalam penyediaan ketahanan pangan. Melon new modesta hasil yang cukup dan sangat berkualitas,” kata Ati.
Sementara, Corporate Relation Supervisor Tanah Merah, Elvira menambahkan, akan terus bersinergi dalam peningkatan urban farming keberlanjutan di wilayah Kota Jakarta Timur melalui UTI TAMELA.
Pun dia mengaku takjub bahwa Kelompok Tani di Jakarta Timur mampu panen buah berkualitas secara maksimal.
“Hasil panen ini selain bisa dimanfaatkan bagi warga juga akan disuplai kepada salah satu pengembang atau buyer. Jadi kita akan terus bersinergi bersama untuk terus tumbuh dalam peningkatan urban farming,” tutup Elvira. (Joesvicar Iqbal)
