Pada pertemuan virtual negosiasi rancangan nol deklarasi tingkat menteri G20 sebanyak 12 poin yang diusulkan secara bersama negara-negara dan organisasi internasional dalam kelompok kerja (pokja) PRB.
Pokja tersebut menegaskan pentingnya PRB sebagai hal yang sangat sentral untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan, ketangguhan, stabilitas ekonomi, kemakmuran, serta untuk melindungi masyarakat dan negara-negara yang paling berisiko.
Ini sesuai dengan tema digaungkan pokja PRB G20 pada 2025 yaitu ‘Solidaritas, Kesetaraan dan Keberlanjutan’.
Rancangan deklarasi ini nantinya akan difinalisasi dalam pertemuan teknis Pokja PRB G20 di Cape Town, Afrika Selatan, pada 8 – 10 Oktober 2025, lalu diadopsi dalam Pertemuan Tingkat Menteri Pokja PRB G20, pada 12 – 13 Oktober 2025.
Selanjutnya, deklarasi akan menjadi masukan sebagai dokumen keluaran KTT G20 yang akan berlangsung di Johannesburg pada 22 – 23 November 2025.
Hadir pada pembahasan rancangan deklarasi, negara-negara dan berbagai pihak dalam pokja PRB, seperti Australia, Brazil, India, Inggris, Kanada, Norwegia, Singapura, serta organiasi internasional WFP, FAO, Uni Eropa dan Uni Afrika. (Joesvicar Iqbal)
