Ia juga mengingatkan agar jumlah kontingen tidak membengkak tanpa perhitungan matang. “Selama ini kita tidak pernah memberangkatkan lebih dari seribu atlet, kecuali saat menjadi tuan rumah. Jadi harus dipastikan, apakah dengan jumlah sebesar itu anggarannya kuat, baik untuk keberangkatan maupun perolehan medali emas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wamenpora meminta seluruh jajaran, termasuk deputi, asisten deputi, hingga tim reviu, untuk terjun langsung memantau pelatnas di berbagai cabang olahraga. Pemantauan ini tidak boleh bersifat seremonial, melainkan fokus pada kebutuhan nyata atlet dan pelatih.
“Saya ingin datang ke pelatnas dengan natural, tidak mengganggu latihan, tapi bisa berdialog langsung dengan atlet dan pelatih. Kita perlu mendengar aspirasi mereka, sekaligus memberi motivasi,” tambahnya.
Menutup arahannya, Wamenpora Taufik berharap seluruh tim dapat menjaga kekompakan dan memperkuat koordinasi. “Kita punya waktu singkat. Mari kita maksimalkan agar SEA Games 2025 menjadi momentum pembuktian prestasi Indonesia sekaligus pelajaran penting untuk perhelatan internasional berikutnya,” pungkasnya.
