Setelah lulus, ia memutuskan untuk berkuliah di ITS. “Saya kembali dipilih untuk mendapatkan program akselerasi saat SMA karena pernah ada riwayat di SMP,” jelasnya.
Saat berkuliah di ITS, gadis kelahiran 25 Mei 2005 ini mengakui tertarik dengan kepanitiaan dan manajerial. Hal ini ditunjukkannya saat bergabung di Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), terutama pada Departemen Industrial Engineering (IE) Fair. Tak hanya itu, ia juga aktif menjadi asisten laboratorium yang membawanya untuk bisa mengunjungi beberapa perusahaan besar seperti di PT Insera Sena selaku produsen sepeda merek Polygon.
Ke depan, usai diwisuda pada 28 September mendatang, Davina memilih untuk lebih mengeksplor dunia kerja yang membuatnya ingin mencoba banyak magang di bidang yang diinginkannya. “Saat ini saya akan eksplor pengalaman kerja yang sesuai dan linear dengan minat dan bidang saya,” pungkas gadis yang suka bermain bola basket tersebut.
Beralih ke Wan Sabrina Mayzura atau yang akrab disapa Sabrina, memulai kisah perjuangan pendidikannya sejak di bangku SD pada usia yang masih 5 tahun. Di SDN 50 Bengkalis, Sabrina mulai beradaptasi dengan pembelajaran bersama teman-teman yang lebih tua usianya. “Saat itu, tak banyak SD yang dapat menerima siswa seusia saya, sehingga saya bersyukur bisa sekolah duluan,” ungkap gadis kelahiran Pekanbaru, 20 Mei 2005 tersebut.
