Sementara, Sagoro Dharmawan, Ketua Yayasan Dian Asra turut merasakan sentimen serupa dengan penyampaian tutur kata Wakil Rektor I Sagoro Dharmawan.
Ia menekankan bahwa pendidikan bukan hanya sekedar ilmu maupun kesuksesan semata yang berfokus pada satu pihak. Beliau melanjutkan bahwa pendidikan beserta kesuksesan sesungguhnya didasarkan pada ketangguhan, dan tidak ada shortcut menuju kesuksesan hakiki.
“Meskipun beberapa dari generasi muda Indonesia kini merasakan dirinya berada di posisi yang sulit atau sering disebut sebagai Generasi Sandwich, sesungguhnya itu bukanlah beban -melainkan sebuah anugerah. Ketahuilah dari adanya jiwa lain yang masih menjadi tanggungan kalian, maka hidup masih memiliki arah yang dituju dan dari sanalah kita akan menemukan alasan dari kegagalan, kepahitan dan pelajaran yang kita tempuh,” tuturnya.
Puncak acara ditutup dengan pengukuhan almamater kepada beberapa representative mahasiswa baru oleh Rektor UNDIRA yang didampingi Ketua Yayasan Dian Asra.
Sesi seremonial untuk mahasiswa baru ditutup dengan penampilan kolaboratif dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari dan UKM Pencak Silat UNDIRA. UKM-UKM ini menampilkan tarian kreasi yang berasal dari DKI Jakarta yang dipadukan dengan seni bela diri Pencak Silat.

