Data KPA mencatat, dalam 10 tahun terakhir, konflik agraria meluas hingga 7,4 juta hektar, mengakibatkan 1,8 juta keluarga kehilangan tanah dan mata pencaharian.
Dewi menuding sejumlah proyek besar seperti food estate, PSN, bank tanah, hingga kawasan ekonomi khusus sebagai penyebab utama perampasan lahan petani dan wilayah adat.
Pemerintah justru mengeklaim sektor pertanian menunjukkan kemajuan pesat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut produksi beras 2025 diproyeksi mencapai 34 juta ton, bahkan stok beras nasional menembus 4,2 juta ton, tertinggi sejak Indonesia merdeka.
Pertanian juga tercatat menjadi penyumbang pertumbuhan PDB tertinggi pada kuartal I 2025 dengan kenaikan 10,52 persen (year-on-year). Nilai Tukar Petani (NTP) naik ke angka 123,57, yang disebut Amran sebagai bukti kesejahteraan petani membaik.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa berbagai program strategis yang dijalankan pemerintah telah menghasilkan lompatan besar, baik dari sisi produksi hingga kesejahteraan petani.

