Dalam Rapat Kerja bersama Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Senin (15/9) lalu, Amran mengatakan capaian itu merupakan hasil kinerja seluruh pihak.
“Pertama, kita lihat produksi khususnya beras hingga Oktober mencapai 31 juta ton. Ini proyeksi BPS. Estimasi kita 34 juta ton di 2025. Dan ini merupakan hasil kerja keras kita semua, termasuk support dari Komite II DPD RI,” kata Amran, dikutip pada Minggu (21/9/2025).
Pada 2025 juga, stok beras Indonesia menembus 4,2 juta ton, menjadi yang tertinggi sejak Indonesia merdeka. Selain itu, Amran juga menyoroti peran pertanian terhadap PDB negara, pertanian menjadi sektor lapangan usaha yang mencatatkan pertumbuhan paling tinggi di kuartal I tahun 2025, tumbuh hingga 10,52 persen (year-on-year).
Berbagai program dan kebijakan yang dijalankan terbukti memberikan dampak bagi kesejahteraan petani, yang tercermin dari nilai tukar petani (NTP) yang naik signifikan menjadi 123,57. Seluruh catatan itu pun menerima penilaian positif dari dunia internasional, salah satunya dari FAO yang memproyeksi lompatan produksi pangan Indonesia mencapai 35,6 juta ton.(Vinolla)

