Empat anggota polisi langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan.
Namun bagi keluarga, harapan mereka sederhana: motor kembali, tak perlu menghukum pelaku. “Tapi kami juga sadar, kadang harapan kalah sama kenyataan,” ucapnya.
Bukan Kali Pertama
Rumah Septi ternyata sudah dua kali jadi sasaran maling. Beberapa tahun lalu, pencuri masuk lewat kamar belakang. Jam tangan, televisi, bahkan celengan anak-anak pun raib dibawa kabur.
Sejak itu, keluarga memasang pagar besi. Namun pagar yang seharusnya jadi pelindung, kini terasa sekadar dekorasi. “Suami saya dulu sempat menolak pasang pagar, karena ingin tetap akrab dengan tetangga. Tapi ternyata, pagar pun tak cukup jadi pengaman,” ujarnya.
Septi pun mengingatkan warga lain agar tak lengah.
“Perhatikan keamanan rumah, jendela, pintu, pagar. Kalau kita lalai, kejahatan tinggal menunggu giliran,” tandasnya. (ahmad)
