Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang kini juga mendapat julukan baru Menteri Perang, mengatakan langkah ini bertujuan “mengembalikan etos pejuang” di tubuh militer AS.
“Kami mengubah nama setelah Perang Dunia II dari Departemen Perang menjadi Departemen Pertahanan pada tahun 1947. Dan seperti yang Anda tunjukkan, Tuan Presiden, kita belum memenangkan perang besar sejak itu. Ini bukan untuk meremehkan para pejuang kita, baik itu dalam Perang Korea, Perang Vietnam, atau generasi kita di Irak dan Afghanistan,” ujar Hegseth mendampingi Trump.
“Departemen Perang akan bertempur secara tegas, bukan dalam konflik yang tak berujung. Ia akan bertempur untuk menang, bukan untuk kalah. Kami akan menyerang, bukan hanya bertahan, memaksimalkan daya hancur, bukan legalitas yang lemah, efek kekerasan, bukan politis yang benar,” lanjutnya.
Sejalan dengan langkah Trump, dua senator Partai Republik, Rick Scott dan Mike Lee, pada hari yang sama mengajukan rancangan undang-undang di Senat untuk mengesahkan perubahan nama tersebut. Namun, belum jelas apakah usulan itu akan lolos di legislatif.

