Rahmad menegaskan, surat perdamaian dibuat dengan penuh kesadaran tanpa ada tekanan. Guru berinisial MGR juga diwajibkan membuat video klarifikasi terkait insiden yang sempat viral.
Meski berakhir damai, polisi tetap melakukan langkah pencegahan, mulai dari koordinasi dengan pihak sekolah, memetakan potensi aksi protes, hingga melakukan monitoring pasca-kesepakatan.
“Kami berharap setelah perdamaian ini, pihak sekolah dapat kembali beraktivitas normal dan siswa bisa melanjutkan pendidikannya dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, MGR sendiri telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga korban.
“Saya, M. Genta Ridwan, selaku guru, menyatakan permohonan maaf kepada kedua orang tua siswa BMP atas tindakan yang saya lakukan. Kami sepakat menyelesaikan peristiwa ini secara damai, dan saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa,” ungkapnya.(Vinolla)
