Sementara itu, Ketua Komite Kesehatan Negara Bagian Penang, Daniel Gooi, pada Minggu (12/10), menyebut Penang sebagai salah satu wilayah yang paling parah terkena kasus influenza-like illness (penyakit mirip flu) di Malaysia.
Meski terjadi sedikit penurunan klaster flu di Penang pada tahun 2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2024, pihak berwenang tetap waspada.
Gooi menambahkan Penang mencatat 18 klaster influenza sejak awal tahun, dibandingkan 19 klaster pada periode yang sama tahun lalu.
“Kami memperkirakan lonjakan serupa (kasus) menjelang akhir tahun, jadi kewaspadaan berkelanjutan sangat penting,” kata Gooi, mengingatkan masyarakat untuk rutin mencuci tangan, menerapkan etika batuk yang baik, dan mengenakan masker di tempat ramai dalam ruangan.
Menanggapi situasi ini, Menteri Kesehatan Dzulkefly Ahmad menyatakan kementeriannya akan segera berdiskusi dengan Kementerian Pendidikan mengenai tindakan lebih lanjut untuk membendung penyebaran virus di sekolah.
Dzulkefly juga berupaya meyakinkan publik bahwa situasi tersebut tetap terkendali meskipun jumlah wabah cukup mengkhawatirkan.
