Tanpa banyak bicara, pelaku menebaskan parang ke arah kepala korban hingga tiga kali berturut-turut. Korban sempat mencoba melarikan diri sejauh 10 meter, namun kembali disusul dan dibacok. Mertuanya yang juga orang tua korban sempat mencoba melerai, namun Alfian sudah terkapar bersimbah darah dengan luka bacok di kepala, punggung, dan lengan kanan.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif pembunuhan tersebut. Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengaku tersulut emosi karena merasa dihina oleh korban. Meski demikian, penyidik masih terus mengumpulkan keterangan saksi-saksi lain untuk memperkuat fakta.
“Terduga pelaku saat ini masih kami mintai keterangan, dan penyelidikan masih berjalan. Perkembangan kasus ini akan segera kami sampaikan,” pungkas Kapolsek Herman.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar korban sekaligus menjadi pengingat bahwa konflik keluarga yang dibiarkan berlarut-larut bisa berujung pada tragedi. (Vinolla)
