“Sebanyak 29,99 ribu ton beras yang terdiri dari 3 ribu ton beras dalam negeri dan 26,89 ribu ton beras luar negeri tergolong telah turun mutu, dan sebanyak 1,45 juta ton atau setara 37,95% memiliki usia simpan di atas enam bulan,” jelas Nita.
Bapanas menegaskan agar Bulog memperkuat mekanisme pengawasan dan uji mutu terhadap Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk menjamin kualitas beras yang akan disalurkan tetap memenuhi standar keamanan pangan.
“Perum Bulog perlu melakukan pengujian kualitas CBP secara berkala untuk memastikan beras yang disalurkan layak dikonsumsi dari sisi sensory dan keamanan pangannya,” tegas Nita.
Selain itu, Bapanas juga meminta Bulog memperkuat koordinasi dengan mitra penyalur untuk mencegah perbedaan harga serta mempercepat penyaluran beras SPHP agar tidak terlalu lama menumpuk di gudang.
Bapanas mencatat, hingga 4 Oktober 2025, realisasi penyaluran beras SPHP baru mencapai 438.500 ton atau 29,24% dari target nasional. Angka tersebut menunjukkan perlunya percepatan distribusi agar stok lama tidak terus menumpuk dan menurun kualitasnya.
