“Itu mandor yang dikeroyok dia tu kasar orangnya, dia duluan juga yang memulai pukul. China helper baru, yang dia pukul bukan bagian dari anggotanya makanya dikeroyok dia sama China lain,” ujar saksi di lokasi kejadian, Senin (27/10/2025).
Korban akhirnya terkapar tak berdaya setelah menjadi sasaran amukan beberapa pekerja. Situasi di area kerja sempat tegang sebelum aparat keamanan dan pihak perusahaan turun tangan untuk mengevakuasi korban serta mengamankan para pelaku.
Peristiwa ini memicu gelombang kecemasan di kalangan pekerja industri Morowali, terutama terkait lemahnya komunikasi dan minimnya pengawasan antar tenaga kerja lintas negara. Kawasan industri nikel di Morowali selama ini dikenal sebagai salah satu pusat produksi strategis nasional, namun kerap diwarnai insiden kekerasan antarpekerja.
Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah tersebut beberapa kali mencatat bentrokan antara TKA dan tenaga lokal, bahkan sesama TKA. Konflik sering dipicu oleh perbedaan bahasa, tekanan kerja, dan kurangnya pelatihan komunikasi antarbudaya.

