Pedro Acosta memenangkan pertarungan dengan Jack Miller, Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio untuk meraih podium terakhir untuk KTM, yang sedang mengalami momen sulit karena ketidakkonsistenan RC16 tersebut. Ducati tidak melihat podium pada Sprint Race pertama sejak jenis balapan ini diperkenalkan tiga tahun lalu.
Di belakang pembalap Spanyol itu ada Miller (keempat), sang idola lokal, yang selalu tampil gemilang di depan para pendukungnya sendiri dan memimpin Yamaha, ketika polesitter Fabio Quartararo mundur ke P7. Posisi kelima diraih oleh Di Giannantonio, yang terus berusaha keras namun gagal di akhir balapan, dalam sebuah serangan terakhir terhadap Acosta yang tak mampu ia selesaikan.
Alex Marquez menuntaskan balapan di urutan keenam, dan berpeluang mengamankan runner-up klasemen MotoGP 2025 pada Minggu ini, terutama setelah kecelakaan yang dialami Francesco Bagnaia. Pembalap pabrikan Ducati itu sekali lagi mengalami kesulitan dengan motor yang memberikannya hasil terburuk. Setidaknya, itulah satu-satunya penjelasan yang masuk akal untuk memahami bagaimana juara MotoGP dua kali (2022 dan 2023) itu kehilangan delapan posisi dan berkendara dalam kecepatan Moto2, sebelum melewati garis finis di urutan kedua dari belakang, 32 detik di belakang sang pemenang.
