Ia berharap kepada masyarakat terus menyerukan untuk memboikot jaringan televisi dan media milik CT Corp, sebelum owner dan para petingginya meminta maaf kepada NU. “Biar tidak berkepanjangan, bos CT Group segera datangi kami dan meminta maaf. Sekaligus beri sanksi terhadap produser yang telah menayangkan konten kontroversial ini,” ujar Fauzi Mahendra.
Lebih jauh, ia mengatakan bahwa Indonesia butuh ketentraman, kedamaian dan stabilitas politik yang baik. Ketika jantung ummat dalam hal ini NU diganggu maka nusantara akan terus gaduh dan bergejolak. “Sekali lagi jangan nodai kyai, santri dan pondok pesantren,” tegasnya.
Senada, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya juga menyatakan keberatan dan protes keras terhadap tayangan tendensius tersebut. Menurutnya, tayangan tersebut tidak hanya melanggar prinsip jurnalisme, tetapi juga melecehkan pesantren dan tokoh-tokohnya. Ia menilai isi tayangan tersebut secara terang-terangan telah menghina dan merendahkan dunia pesantren. Tidak hanya menyentuh institusi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, tetapi juga menyudutkan tokoh-tokoh pesantren yang sangat dihormati oleh warga Nahdliyin.
