Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan bunuh diri. Sejumlah saksi menyebutkan bahwa korban sebelumnya sudah beberapa kali menyampaikan niat mengakhiri hidupnya. Bahkan, korban pernah mencoba berbaring di rel kereta api sebelum akhirnya benar-benar tertabrak.
“Diduga korban dengan sengaja terbaring di rel saat kereta melintas, karena adanya permasalahan pekerjaan dan ekonomi,” tambah Astuty.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk proses lebih lanjut.
Kasus ini menambah daftar panjang peristiwa bunuh diri di Indonesia yang banyak dipicu oleh tekanan ekonomi, masalah pekerjaan, maupun kecanduan judi online (judol). Sebelumnya, sejumlah psikolog memperingatkan bahwa bunuh diri bukan lagi persoalan individu semata, melainkan fenomena sosial yang perlu diwaspadai bersama.
Pakar kesehatan mental mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap orang-orang terdekat yang menunjukkan tanda-tanda depresi atau keinginan mengakhiri hidup. Dukungan emosional dan ruang komunikasi dianggap penting untuk mencegah kasus serupa terulang.
