IPOL.ID – Pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) berimbas pada postur APBD DKI 2026 mendatang.
APBD DKI 2026 yang sebelumnya sudah disepakati sebasar Rp95 triliun, kini berubah menjadi Rp81 triliun.
Ditengah kondisi tersebut, Sekda DKI Jakarta Marullah Matali meminta agar jajarannya bisa menyesuaikan ‘suhu tubuh’ menghadapi APBD DKI 2026 mendatang.
“Kita tidak boleh mengeluh. Dengan kondisi saat ini, malah kota harus menjadi lebih kuat lagi dan lebih akurat lagi dalam menghitung,” ujar ASN yang juga tokoh Betawi itu, Rabu (22/10/2025).
Sepeti diketahui, Komisi-komisi DPRD DKI sejak Rabu (21/10/2025) pagi sudah melakukan rapat kerja dengan SKPD dilingkup pemprov DKI Jakarta dalam upaya menyisir anggaran yang perlu dilakukan efisiensi.
“Saya yakin di Komisi-komisi akan memilah mana anggaran yang tidak terlalu penting untuk dipinggirkan terlebih dahulu. Atau memang ada yang sangat penting, tapi duitnya belum tersedia. Kita taruh dulu di antrian. Supaya nanti manakala seperti yang Pak Asisten katakan, misalnya ada kreatif financing yang ketemu. Kita buru-buru anggarkan kesitu atau kita shifting, kita koordinasi dengan kementerian dan lembaga untuk mencari solusi terbaik,” katanya.
