Para demonstran secara khusus mengecam taktik yang mereka sebut keras dari miliarder Republik tersebut, termasuk penyerangan terhadap media dan tuntutan untuk menghapus badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE), yang menjadi pusat tindakan keras anti-imigran Trump.
“Saya tidak pernah menyangka akan hidup untuk menyaksikan kematian negara saya sebagai negara demokrasi,” kata Colleen Hoffman (69), seorang peserta aksi di New York, dikutip AFP.
“Kita berada dalam krisis, kekejaman rezim ini, otoritarianisme. Saya merasa tidak bisa berdiam diri di rumah dan tidak berbuat apa-apa,” sambungnya.
Di Los Angeles, para pengunjuk rasa bahkan menerbangkan balon raksasa bergambar Trump yang mengenakan popok.
Aksi ini juga diwarnai dengan spanduk-spanduk warna-warni yang menyerukan melindungi demokrasi.
Di beberapa titik, terlihat bendera yang merujuk pada anime bajak laut ‘One Piece’ dikibarkan, bendera tengkorak yang baru-baru ini menjadi ciri khas protes anti-pemerintah di berbagai negara.
“Lawan Ketidaktahuan, bukan migran,” tulis salah satu spanduk besar di Houston, kota dengan populasi imigran yang tinggi.
