Armaya tahu, di balik toga yang ia kenakan, ada peluh dan doa tanpa henti. Doa yang tak bisa melihat, tetapi bisa dirasakan. “Saya sangat bahagia bisa membanggakan orang tua di momen ini,” katanya tersenyum.
Di tengah riuh tepuk tangan ribuan orang, Hasril dan Saniah mungkin tak bisa melihat putrinya berdiri gagah. Namun mereka bisa mendengar—dan itulah mata mereka. Tepuk tangan itu menjadi cahaya yang menerangi gelap, menegaskan bahwa perjuangan yang dirawat akhirnya berbuah manis.
Lebih dari Sekadar Statistik
Armaya adalah satu dari 2.081 lulusan UIN Ar-Raniry pada Wisuda Gelombang III Tahun 2025, terdiri atas 1.932 sarjana, 139 magister, dan 10 doktor. Sejak berdiri, kampus ini telah melahirkan 64.454 alumni.
Namun bagi Armaya, angka hanyalah statistik. Kisahnya menunjukkan bahwa pendidikan bukan sekadar ijazah, melainkan keyakinan, doa, dan cinta yang melampaui keterbatasan.
Mereka mungkin tak bisa menatap wajah putrinya, tapi bisa merasakan cahaya yang lahir dari perjuangannya. (ahmad)

