Tertinggal dua set, pelatih Tirta Baghasasi, Aryanto, segera melakukan penyesuaian strategi. Ia menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih lepas dan memaksimalkan serangan dari posisi back attack. Di set ini Tirta Baghasasi menang 25-18.
Set Ketiga, strategi yang dilakukan Ariyanto berbuah manis. Para pemain Perumda tampil tanpa beban, open spike tajam mereka mulai menembus pertahanan Indomaret. Perumda juga mulai menemukan ritme blocking yang solid. Dengan receive yang lebih tenang, setter Perumda sukses mendistribusikan bola dengan variatif, membuat pertahanan Indomaret bingung. Perumda merebut set ini 25-18, dan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Laga menjadi semakin panas di set keempat. Kedua tim terlibat saling kejar-mengejar angka. Perumda yang sudah menemukan kepercayaan diri, terus menekan. Indomaret berusaha mempertahankan keunggulan, tetapi momentum sudah sepenuhnya berpihak pada Perumda. Poin-poin krusial berhasil diamankan melalui service ace dan serangan balik cepat. Perumda Tirta Baghasasi memenangkan set ini 31-29, setelah memaksa tujuh kali deuce, dan menyamakan skor menjadi 2-2, sekaligus
memaksa pertandingan dilanjutkan ke set penentuan (tie-break).
