”Kami sangat bersyukur dengan hasil 3-0 ini. Kuncinya adalah strategi bermain lepas, tanpa beban. Setelah mencoba strategi ini, anak-anak terlihat bisa keluar dari tekanan dan menunjukkan permainan terbaik mereka. Kemenangan ini sangat berharga, bukan hanya poinnya, tapi juga mengembalikan kepercayaan diri tim. Fokus kami selanjutnya adalah menjaga konsistensi demi peluang lolos ke grand final,” ujar Ariyanto.
Sementara itu, Pelatih TNI AU, Sukirno, mengakui kekalahan telak ini adalah akibat dari masalah mendasar di timnya, terutama pada sektor receive dan faktor mental.
”Kami akui Perumda bermain sangat solid hari ini. Masalah utama kami jelas ada pada kualitas receive yang goyah, apalagi saat mereka menekan dari servis. Selain itu, saya melihat anak-anak seperti terbebani dan kalah mental di poin-poin penentu. Kami gagal menjaga fokus dan momentum. Ini menjadi evaluasi besar yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi laga-laga berikutnya,” tegas Sukirno.
Kekalahan ini membuat TNI AU harus segera melakukan evaluasi serius untuk menjaga posisi mereka di klasemen, sementara Perumda kini memiliki modal berharga untuk bersaing di sisa laga Final Four Livoli Divisi Utama 2025.(bam)
