IPOL.ID – Suara sirine ambulans masih bersahutan di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Sejak Minggu (5/10) dini hari hingga siang, kendaraan medis silih berganti keluar-masuk area Pondok Pesantren Al Khoziny, yang menandakan adanya temuan korban jiwa di balik puing-puing musala yang ambruk.
Dalam rentang waktu antara pukul 06.30 hingga 12.00 WIB, tim gabungan pencarian dan pertolongan (SAR) berhasil menemukan 12 jenazah dan satu potongan tubuh manusia.
Dengan demikian, total korban meninggal dunia kini tercatat 37 orang, sementara dua bagian tubuh lainnya masih diidentifikasi.
Namun, angka tersebut belum final. Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menegaskan bahwa data ini bersifat sementara karena masih mengacu pada absensi santri yang dikeluarkan pihak pondok.
“Tapi ini kan data dari pihak pondok pesantren. Nanti itu akan terbukti akurat apabila seluruh pembersihan telah selesai dan mencapai titik tanah lantai dasar sebagai akhir dari pencarian kita,” jelas Budi.
Sebagian besar korban ditemukan di lantai satu sisi utara bangunan musala. Sekitar 60 persen reruntuhan telah berhasil disingkirkan, membuka akses bagi tim SAR untuk melanjutkan pencarian di titik-titik yang lebih dalam.
