“Yang paling banyak ditemukan ada di lantai satu,” sebutnya.
Meski pembersihan sudah lebih dari 60 persen, tim sempat terkendala oleh struktur beton besar yang menempel pada bangunan di sebelah musala.
Untuk menghindari kerusakan tambahan, BNPB menggandeng tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) guna melakukan investigasi forensik struktur.
“Beton ada yang menempel di sebelah kiri dan terhubung dengan gedung atau bangunan lain di sebelahnya. Tim dari ITS akan melakukan investigasi dan memberikan petunjuk kepada tim agar proses pembersihan ini tidak mengganggu atau merusak bangunan lain,” jelasnya.
Memasuki hari ketujuh operasi, tim SAR terus bekerja siang-malam dengan sistem bergantian setiap tiga jam. Keletihan mulai terlihat. Beberapa petugas mengeluhkan gatal-gatal dan penurunan stamina.
Sebagai respons, Dinas Kesehatan setempat menambah dukungan medis berupa vitamin, suplemen, dan layanan kesehatan lapangan.
BNPB juga memperingatkan adanya risiko kesehatan lingkungan akibat proses pembusukan jenazah yang sudah berlangsung lebih dari seminggu.
Meski jenazah korban bencana tidak menularkan penyakit berbahaya secara langsung, cairan pembusukan bisa mencemari sumber air bersih di sekitar lokasi.
