Salah satu MoU bernilai 11 miliar dolar AS mencakup pembentukan kantor fasilitasi proyek infrastruktur strategis dengan dukungan mitra internasional. Sementara itu, investasi 250 juta dolar AS diarahkan untuk transformasi aset industri pupuk menuju operasional rendah karbon.
Ketua Pelaksana ISF 2025, Rachmat Kaimuddin dari Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menambahkan, ISF menjadi bukti komitmen Indonesia berada di garis depan pembangunan berkelanjutan global.
“Forum ini bukan sekadar wadah gagasan, tapi ruang kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk menghasilkan langkah nyata,” ujarnya.
ISF 2025 dihadiri lebih dari 12.500 peserta dari 61 negara, mencerminkan besarnya perhatian dunia terhadap komitmen Indonesia dalam memperkuat pondasi ekonomi hijau yang tangguh dan inklusif. (*)
