IPOL.ID – Anak-anak dengan kanker merupakan kelompok sangat rentan mengalami tekanan psikologis selama proses pengobatan. Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia terus berupaya menghadirkan dukungan menyeluruh, seperti pendampingan psikologis hingga sosial dilakukan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak pejuang kanker memiliki risiko gangguan mental jauh lebih tinggi dibandingkan dengan teman sebayanya.
Studi dipublikasikan BMC Cancer (2024) mencatat bahwa sebanyak 56,5 persen anak dengan kanker mengalami depresi, 43,5 persen mengalami kecemasan, dan 32,6 persen mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD) selama masa pengobatan.
Hal serupa ditegaskan dengan laporan StatNews (2023), yang menyebutkan risiko depresi pada anak dengan kanker meningkat hingga 57 persen lebih tinggi dibandingkan populasi umum.
Tekanan psikologis tersebut disebabkan berbagai faktor, seperti perubahan fisik akibat terapi, keterbatasan aktivitas sosial, serta rasa takut dan ketidakpastian terhadap masa depan.
Dampaknya tidak hanya mempengaruhi kesejahteraan emosional anak, tetapi juga berdampak langsung terhadap efektivitas pengobatan medis dijalani. Anak dengan kondisi mental lebih stabil cenderung memiliki kepatuhan lebih baik terhadap pengobatan dan kualitas hidup lebih tinggi.
