Karena itu, Kapolda menekankan bahwa setiap insan pers dan influencer memiliki tanggung jawab moral untuk menyebarkan informasi yang memberi semangat, menginspirasi, serta menumbuhkan rasa optimisme di tengah masyarakat Aceh.
Abituren Akabri 1991 itu juga mengajak seluruh peserta forum menjadikan media sebagai ruang edukasi, pencerahan, dan penyebaran nilai-nilai kebersamaan. Dengan narasi positif, ia berharap Aceh semakin kondusif, masyarakatnya rukun, dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih baik.
Forum komunikasi Kapolda Aceh tersebut berlangsung penuh keakraban, dihadiri para pimpinan media, jurnalis, konten kreator, serta Kasi Humas jajaran. Suasana diskusi yang terbuka menghadirkan semangat kolaborasi demi terciptanya ruang informasi publik yang sehat dan mendukung terjaganya kamtibmas di Aceh.

