KAI Services sendiri memiliki jaringan bisnis yang luas, mulai dari Loko Café, Loco Café Go, Gerbong Oleh-Oleh, hingga layanan on-train restaurant di berbagai rute perjalanan. Menurut Iqbal, kemitraan ini menjadi peluang emas bagi UMKM untuk masuk ke rantai pasok KAI Services yang tersebar di berbagai daerah.
Kemendag juga menyoroti potensi besar sektor makanan di pasar domestik. Dalam periode 2025–2030, pendapatan sektor ini diproyeksikan tumbuh sebesar 6,88 persen, dengan nilai pasar pada tahun 2025 diperkirakan mencapai USD 353,7 juta.
“Kolaborasi Kemendag dan KAI Services membuka peluang besar bagi UMKM pangan kemasan untuk menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Iqbal.
Salah satu peserta business matching, Ratna Amalia, pemilik Amalia Snack n Cooking, mengaku optimistis dengan adanya dukungan pemerintah dan BUMN ini.
“Usaha kami masih baru, dan melalui kegiatan ini kami melihat peluang untuk berkembang lebih besar,” ungkap Ratna.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama KAI Services, Ririn Widi Astutik, menyambut positif kerja sama strategis tersebut. Ia menyebut langkah ini tak hanya membuka akses pasar bagi UMKM, tapi juga memperkaya pengalaman penumpang kereta.

