Kecintaan Abian terhadap Al-Qur’an tumbuh dari lingkungan keluarga yang sejak dini menanamkan nilai-nilai Qur’ani. Dalam kesehariannya, mushaf dan murajaah sudah menjadi bagian dari rutinitasnya. Ia menjalani pelatihan dengan disiplin tinggi, memperlihatkan fokus yang tak kalah dari peserta dewasa.
Menurut Sofyan, Abian merupakan simbol harapan baru bagi generasi Qur’ani di Indonesia. “Cita-citanya ingin jadi juara nasional, bahkan internasional,” ujarnya bangga.
Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Rijal Ahmad Rangkuty, memberi apresiasi atas keikutsertaan Abian. Ia mengatakan, pembinaan berkelanjutan perlu diperkuat agar potensi anak-anak seperti Abian dapat berkembang hingga ke level internasional.
“Kehadiran peserta muda seperti Muhammad Abdullah Abian menunjukkan bahwa generasi Qur’ani Indonesia terus tumbuh dengan kuat. Ini bukti bahwa semangat mencintai dan mempelajari Al-Qur’an telah mengakar sejak usia dini,” ujar Rijal kepada wartawan.
