Namun, kondisi berbeda ditunjukkan situs resmi Pemprov DKI Jakarta, udara.jakarta.go.id. Dari hasil pemantauan di 111 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta, kualitas udara justru tercatat dalam kategori baik hingga sedang.
Tidak ada satu pun stasiun pemantau yang melaporkan kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat pada hari yang sama.
Perbedaan data ini memunculkan kebingungan di masyarakat. Sebagian warganet mempertanyakan mengapa hasil pemantauan internasional seperti IQAir menunjukkan hasil buruk, sementara data resmi Pemprov menyebut udara Jakarta masih aman.
Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut dari Pemprov DKI terkait perbedaan angka pemantauan tersebut.
Perbedaan data antara pemantau global dan pemerintah daerah ini semakin menegaskan perlunya transparansi serta integrasi data kualitas udara, mengingat dampaknya langsung pada kesehatan jutaan warga Jakarta.(Vinolla)
