Semuanya berjalan dengan sempurna. Saya berhasil memasukkan banyak putt, dari jarak-jarak yang tidak terlalu jauh. Yang terjauh hanya 6,5 meter,”jelas Suteepat.
Setelah kemenangannya di Indonesia Open pada akhir Agustus kemarin, Suteepat memang berada dalam kepercayaan diri yang tinggi. Ia pun merasa PIK Golf Course sangat cocok dengan gaya permainannya.“Setelah kemenangan saya pada Agustus kemarin, saya menjadi jauh lebih percaya diri. Itu adalah kemenangan besar bagi saya, dan saya merasa lebih rileks. Saya hanya mengikuti game plan saya.Kedi saya mengatakan saya bisa memimpin di sini karena lapangan ini cocok untuk saya. Fairway-nya tidak terlalu sempit, tetapi green-nya cukup keras. Jika bola Anda tidak berada di fairway, Anda tidak bisa mengontrol putaran bola,” tambahnya.
Meski demikian, posisi Suteepat memang bisa saja tergusur. Rekan senegaranya, Pavit Tangkamolprasert, masih memungkinkan untuk menggeser posisi Suteepat. Mencetak 6-di bawahpar, Pavit yang bermain di jadwal siang menyodok ke posisi kedua—bergabung dengan 3 pegolf lainnya. Ia bahkan memiliki keuntungan dengan permainan tersisa 2 hole. Jadwal siang Jakarta International Championship 2025 tidak dapat diselesaikan karena hari sudah gelap.
