Menurut Annisa, pihak sekolah langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan menurunkan tim Bimbingan Konseling (BK) dan kesiswaan. Hasil penelusuran menunjukkan terdapat tujuh pelaku dan enam korban dalam insiden tersebut.
“Pada hari Selasa, kami menerima laporan adanya perundungan terhadap siswa kami. Setelah kami telusuri, ada tujuh orang pelaku dan enam korban. Saat ini seluruhnya sedang diperiksa di Polsek Tambun,” jelas Annisa.
Ia menambahkan, indikasi adanya struktur senior-junior di antara siswa sebenarnya sudah terlihat sejak lama. Beberapa pelaku bahkan merupakan anak binaan sekolah karena sebelumnya pernah melanggar disiplin.
“Kasus ini yang paling berat karena disertai bukti video dan kekerasan fisik,” tambahnya.
Akibat perundungan tersebut, sejumlah korban mengalami trauma dan sempat enggan kembali ke sekolah. Pihak sekolah kini memberikan pendampingan psikologis melalui guru BK, wali kelas, dan tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (TPPKS).
“Dari enam korban, lima sudah kembali ke sekolah. Kami terus dampingi agar mereka bisa pulih dan kembali semangat belajar,” kata Annisa.
