Di Khan Younis, wilayah selatan Gaza, lima orang tewas setelah kendaraan mereka terkena serangan udara.
Selain itu, dua orang dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya luka-luka akibat serangan di Distrik Al-Amal, Khan Younis.
Menurut laporan Anadolu, serangan udara dan artileri dilakukan menyeluruh di beberapa wilayah Gaza, tak lama setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk melancarkan “serangan besar dan cepat” dengan dalih pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas.
Serangan artileri juga dilaporkan menghantam wilayah timur Deir al-Balah, sementara misil-misil Israel mengenai kompleks medis Shifa di Kota Gaza.
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlangsung sejak 10 Oktober 2025, berdasarkan rencana 20 poin yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam tahap pertama, kesepakatan itu mencakup pertukaran sandera dan tahanan, serta rencana pembangunan kembali Gaza dengan pembentukan pemerintahan baru tanpa Hamas.
Israel telah menewaskan lebih dari 68.500 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 170.000 lainnya dalam gelombang serangan mematikan di Gaza sejak Oktober 2023. (far)
