“Hall 1 Exhibition World Bahrain menjadi saksi lahirnya medali emas pertama pencak silat di Asian Youth Games. Ini bukan hanya sejarah bagi Indonesia, tapi juga bukti bahwa pencak silat kini benar-benar diterima di Asia.” tambah Benny.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan dan diplomasi olahraga yang dilakukan oleh Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia).
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyebut keberhasilan pencak silat di Bahrain sebagai bukti konkret kolaborasi dan diplomasi olahraga Indonesia di panggung internasional.
“Medali emas ini bukan hanya kemenangan atlet, tapi juga kemenangan diplomasi olahraga Indonesia. Pencak silat adalah identitas bangsa, dan hari ini dunia menyaksikan bagaimana warisan budaya kita berdiri sejajar di pentas Asia,” ujar Okto.
“Ke depan, kita akan terus melihat pencak silat bisa kembali tampil di panggung-panggung dunia. Karena tujuan utamanya adalah membuat pencak silat mendunia,” imbuhnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Raja Sapta Oktohari juga mendapat kehormatan untuk mengalungkan medali kepada para pemenang cabang pencak silat di Asian Youth Games Bahrain 2025. Ini menjadi momen simbolis yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan pencak silat dunia. (bam)
